Inspirasi

"Students don`t Care How Much You Know until They Know How Much You care" -=Siswa tidak peduli Betapa pintarnya Seorang guru, Yang mereka pedulikan adalah apakah guru tersebut juga peduli terhadap dirinya=-

Jumat, 31 Desember 2010

Gelora Tahun Baru dan Hikmahnya


Gelora Tahun Baru & Hikmahnya
Tanpa terasa, tahun 2010 telah berlalu. Kini kita telah berada di tahun 2011, terasa begitu cepat masa berganti, rasanya baru kemarin kita berada dalam era 2010, akan tetapi sekarang kita sudah ditinggalkannya.. Good Bye 2010!!!!!!!
Merupakan suatu kelaziman didaerah kita, moment perayaan tahun baru ditandai dengan berbagai aktifitas; ada yang “bakar-bakaran” ada yang “bunyi-bunyian” dan ada yang “sembunyi-sembunyian” Dua suku kata yang bertanda kutif (“) serta beraksen ketik miring dari ketiga ungkapan diatas adalah pemandangan umum yang biasa dilakukan khususnya di masyarakat kita.
Moment perayaan tahun baru dengan ketiga aktifitas itu hanyalah aktifitas fisik/lahiriah, namun dibalik semua itu sebetulnya ada hikmah/pelajaran yang dapat kita ambil dalam rangka “melepas” setiap pergantian tahun.
Kalau kita baca sebenarnya apakah hikmah/pelajaran yang tersirat dibalik ketiga perisitiwa itu? 

  1. Kegiatan “BAKAR-BAKARAN”   Kegiatan relevant yang biasa dilakukan misalnya bakar ikan, bakar ayam, bakar jagung bahkan bakar daging seperti sate dan lain sebagainya. Namun sebenarnya kegiatan ini bias kita lakukan dilain waktu.
Add captio
Yang harusnya membuat kita penasaran untuk selalu memikirkan dan mengambil hikmah/pelajaran adalah: kenapa kegiatan itu selalu menyertai moment menyambut tahun baru?
Jawabannya adalah bahwa pergantian tahun baru pada hakekatnya juga haruslah merupakan pergantian “diri” kita. Kita harus merubah diri menjadi LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA.
Peristiwa bakar-bakaran pada dasarnya suatu lambang bahwa kita harus “membakar” ahlaq/tabi’at kita yang tidak baik dan merubahnya dengan yang lebih baik. Seperti : semua sisi gelap sifat kita ditahun lalu diganti dengan sifat baik. Begitu juga sifat sombong, ujub, ria, takabur, serakah/tamak, iri/ dengki, kikir, gila hormat, rindu sanjungan, kangen pujian, hasrat kita yang selalu ingin menguasai, ingin selalu terlihat lebih dari orang lain, senang melihat orang susah dan susah/risih bila melihat orang senang, mencemooh, ghibah (bergunjing), naimimmah (mengadu-domba), fitnah, hipokrit (bermuka dua), mengeruk keuntungan dalam kepahitan orang lain (opportunist) dan sebagainya.
  1. Peristiwa BUNYI-BUNYIAN
 Bunyi-bunyian yang biasa dilakukan dalam menyambut moment tahun baru biasanya dengan meniup terompet, menyulut petasan atau juga dengan menyalakan kembang api yang kemudian disusul dengan bunyi (fire-works) bahkan dengan membunyikan sirine. Semua itu dilakukan agar terdengar bunyi-bunyian disaat pergantian tahun.
Adapun Hikmah mengeluarkan bunyi-bunyian dalam menyambut moment pergantian tahun adalah sebagai symbol/pertanda untuk membangunkan, menyadarkan/menggugah kesadaran
Sebagai contoh orang memukul bedug di masjid manakala waktu shalat tiba, itu artinya bahwa mereka ingin menyampaikan pesan/menyadarkan kita bahwa telah tiba waktu shalat
Demikian pula bunyi-bunyian dalam menyambut tahun baru, hai….bangun……..hai sadar…………….hai ngeh…. eling..eling sekarang tahun telah berganti, sadarlah zaman udah berganti, kembalilah ke jalan Allah... kiamat udah dekat..
Kita disadarkan untuk bangun dan terjaga……………. kita harus cepat-cepat “bangun” diri kita: Kita harus segera menyingsingkan lengan baju agar dapat menatap masa depan lebih cerah, gemerlap, indah laksana kembang api yang dinyalakan. Kita harus menggelorakan semangat yang keras dan selalu bergema laksana bunyi terompet, sirine dan petasan.
Bunyi terompet akan lebih keras bila kita meniup lebih kencang, bunyi petasan akan lebih menggelegar bila petasannya besar dan bunyi sirine akan nyaring lebih lama bila tombol terus kita tekan. Begitu pula, hidup kita akan “bersinar”, “indah” dan “gemerlap” bila semangat terus kita kobarkan, hasrat/motivasi terus kita tanamkan dan disiplin/kerja-keras terus kita pelihara.
  1. Kegiatan/Peristiw  a “SEMBUNYI-SEMBUNYI”

Ada juga kegiatan/peristiwa dalam menyambut tahun baru yang bisa dikatakan “sembunyi-sembunyi” (dalam tanda kutif), ada yang “menyembunyi” ke pantai, ada yang menyembunyi ke gunung, ada yang “menyembunyi” ke hotel, night club, karaoke, rumah-bordir, panti-pijat dsb.
Saya tidak akan meng-‘hitam’ atau ‘putih’-kan kegiatan tersebut karena diluar konteks, tapi konteks yang ingin penulis kemukakan adalah hikmah/pelajaran dari kebiasaan kita menyambut tahun baru dengan perisitwa/kegiatan “sembunyi-sembunyi” (dalam tanda-kutif)
Bahwa kegiatan “sembunyi” tersebut pada haqekatnya merupakan pesan buat kita untuk senantiasa merenung/ber-kontemplasi atau instrosfeksi/ber-muhasabbah akan diri dan kehidupan kita.
Moment pergantian tahun adalah moment yang ideal untuk instrosfeksi………………ya..instrosfeksi mengenai hubungan kita dengan Alloh, dengan Manusia dan dengan Alam.
Oleh karena itu dengan moment tahun baru ini, mari kita “bakar” sisi gelap sifat/tabiat kita, kita bunyikan/gelorakan semangat kita, dan kita renungkan/instrosfeksi diri dan kehidupan kita……
“Selamat Tahun Baru 2011” rahmat dan sayang Allah semoga tetap menyertai kita, Amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

berkaryalah. terima kasih

Komentar facebook